Manchester United Dikalahkan Brighton and Hove Albion

Pertandingan Manchester United melawan Brighton and Hove Albion berakhir dengan 2-3, kekalahan MU diakui oleh Paul Pogba.

Kekalahan MU ini diakui Pogba karena MU tampil kalah gigih dari sang lawan, kekalahan pun menjadi harga yang harus dibayar.

MU sebelumnya sudah tertinggal 0-2 setelah Glenn Murray dan Shane Duffy berhasil mencetak gol. Namun Romelu Lukaku berhasil mencetak gol dan memperkecil selisih lewat penalti Pascal Gross.

“Kami kalah, kami tak pantas menang. Sikap yang kami tunjukkan tidak terlihat seperti kami ingin mengalahkan mereka. Mereka lebih lapar dari kami. Saya pasang badan pertama, sikap saya tak cukup tepat,” ungkapnya

Pernyataan Pogba itu dinilai oleh analis Sky Sports Jamie Redknapp sebuah sinyak buruk untuk fans MU.

Meskipun Pogba dipuji karena mengakui penampilannya tidak baik. Performa pemain-pemain MU sebagai tim yang dinilai mengecewakan.

“Itu cukup celaka ya dan membuat Anda merasa kasihan untuk fans Manchester United yang sudah melakukan perjalanan jauh ke sini, ketika mereka mendengar salah satu pemain bintangnya mengatakan itu,” kata Redknapp dilansir Sky Sports.

Jose Mourinho akan menerima semua kritik dan saya tak merasa dia adalah sosok yang pas untuk klub ini. Tapi para pemain harus mengemban sejumlah tanggung jawab, karena mereka tak bisa bersembunyi di balik sang manajer sepanjang waktu. Bukan cuma Pogba.”

“Delapan dari para pemain Manchester United yang menuntaskan pertandingan sampai ke perempatfinal Piala Dunia. Jadi apa mereka pemain yang jelek? Tentu saja tidak. Tapi mereka tidak bekerja keras.”

“Mereka harus berusaha lebih keras. Mereka harus mengerahkan upaya lebih besar. Mereka harus menunjukkan gairah. Mereka harus memenangi bola kedua. Itu dasar di sepakbola, tapi Manchester United tak melakukannya,”

Setelah pertandingan berakhir, manajer MU Jose Mourinho mengkritik wasit Kevin Friend yang memimpin laga. Mourinho menilai Friend tidak kasih kesempatan MU untuk serangan terakhir dan mengakhiri laga saat timna di tengah momen.

Mourinho juga membandingkan dengan wasit Andre Marriner saat menghadapi Leicester, yang memberikan kesempatan Leicester untuk menyerang terakhir dari sepak pojok.

“Di babak kedua, gol kami datang terlalu belakangan dan tak memberikan kami peluang untuk bola berikutnya. Itu cukup aneh sih, karena melawan Leicester pertandingannya berakhir dengan sebuah korner untuk lawan dan Schmeichel punya 15 detik untuk berlari dari kotaknya (penalti) ke kotak kami,” kata Mourinho

“Wasit menunggu untuk peluang Leicester ketika itu terjadi setelah waktu tambahan yang dia berikan. Hari ini situasinya bahkan bukan sebuah korner, tapi ya mirip-mirip dalam hal kami memegang bola terakhir dan wasit menghentikan pertandingan ketika bola masih di udara.”

“Tapi Brighton layak menang, selamat untuk mereka,” kata Mourinho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *