Latest News :

Gianluigi Buffon Merasa Lebih Relaks Di PSG

by Agecuk August 29, 2018 2:31 am

Gianluigi Buffon Mengatakan bahwa dia lebih relaks di Prancis daripada di Italia, Buffon pun merasakan perbedaan-perbedaanya.

Sebelum Buffon pindah ke PSG, Buffon 17 tahun bersama Juventus. Setelah dia memulai karier profesionalnya tahun 1995, baru bergabung dengan dua klub Italia yaitu Parma dan Juve.

Buffon merasakan perbedaan besar, dia lebih relaks di Prancis daripada di Italia. Karena tekanannya tidak sebesar di Italia.

“Kalau sebahagia dan seantusias ini sekarang, saya berutang kepada teman-teman setim baru saya dan atmosfer di ruang ganti. Ada banyak humor yang bagus. Lebih sedikit stres di sini daripada di Italia, ini baru buat saya!” ujar Buffon

“Di Italia kami kadang terlalu berlebihan dalam beberapa hal tertentu dan sedikit terlalu terobsesi dengan sepakbola.”

“Pendekatan ke pertandingan dan latihan, sebagai contoh, tidak sama di sini. Lebih tenang, santai, dan gembira.”

“Di rumah –dan bukan cuma di Juve, di mana tuntutan dan mentalnya unik– jauh lebih stres. Bahkan ketika Anda bermain melawan tim yang lebih lemah, persiapannya kadang melelahkan,” katanya.

Buffon juga mengakui bahwa dirinya tidak suka terjebak di zona nyaman.

“Setelah 40 tahun di Italia, tidak pernah mudah untuk mengubah hidup dan lingkungan. Kadang kita akhirnya membangun zona nyaman dan dengan ketakutan dan kemalasan, kita menolak untuk pergi karena yang baru selalu menakutkan,” ujar Buffon

“Saya kebalikannya, saya senang menantang diri sendiri, haus akan kompetisi. Saya senang akan perkembangan, menghadapi kesulitan dan mengerti bagaimana cara melawan itu semua.”

Kondisi Buffon dirasanya jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Jika Anda bertanya kepada saya ‘apakah Anda merasa berbeda saat ini dibandingkan dengan saat masih 35 tahun? Saya akan bilang ‘saya pikir sekarang saya lebih baik’,”

“Meski kadang saya pikir ‘itu tak mungkin’, ketika saya pulang itulah yang saya katakan kepada diri saya sendiri: ‘itu tidak mungkin’. Tapi jauh di lubuk hati saya merasa lebih baik daripada lima, enam, atau bahkan tujuh tahun lalu. Saya tidak bisa katakan mengapa.”

Related Post